Office : Salatiga, Indonesia
+62813-1720-8424
info@scholarship4us.com

Tips Jitu Agar Lolos Apply Beasiswa Luar Negeri

Tips Jitu Agar Lolos Apply Beasiswa Luar Negeri

Hai Scholarship Hunters!!

Siapa sih yang tidak ingin kuliah di Luar Negeri secara gratis? Tentunya kalian mau kan? Apalagi jika kamu berkesempatan menempuh studi di Luar Negeri secara cuma-cuma!

Kuncinya, yuk daftar Beasiswa! Tapi, kalian pasti tahu memperoleh beasiswa juga bukan hal yang mudah. Perjalanan yang panjang, saingan yang banyak, proses yang melelahkan, dan juga syarat-syarat yang rumit dan banyak. Rintangan yang banyak ini tentunya bisa menjadi seleksi seorang awardees dalam menyelesaikan pendaftaran beasiswa, tak jarang banyak juga yang minder duluan ataupun menyerah sebelum berjuang.

Kalau kamu bagaimana?

Nah, disini scholarship4us punya Tips Jitu Agar Kamu Bisa Lolos Seleksi Beasiswa Luar Negeri.

Yuk simak tips-tips ala scholarship4us berikut ini.

Tips 1. Kenali Bakat dan Minat diri 

Tips yang pertama adalah yang paling utama dan harus kamu lakukan adalah mengenali diri kamu sendiri, mulai dari bakat dan minat yang ada dalam diri kamu. Apabila ingin melanjutkan pendidikan dengan beasiswa maka merencanakan pendaftaran beasiswa dari jauh-jauh hari. Mulai dari mengenali di mana letak minatmu dan sejauh mana kemampuan kamu saat hendak mengincar beasiswa tersebut.

Kamu juga perlu tahu bahwa mendaftarkan diri untuk beasiswa bukanlah hal yang instan dan kompulsif. Perlu banyak pertimbangan dan persiapan yang dilakukan agar kesempatan untuk mendapatkan beasiswa semakin besar dan kamu tidak menelan kekecewaan.

Saat kamu sudah memutuskan untuk mendaftarkan diri pada jalur beasiswa untuk studi perguruan tinggi, maka pilihlah beasiswa yang paling ideal dan sesuai dengan minat dan kemampuan yang kamu miliki. Perhatikan ini, ya. Jangan sampai kamu salah memilih beasiswa yang kamu tidak menguasai atau cocok menerimanya.

Semua itu dilakukan supaya kamu dapat mempersiapkan diri semaksimal mungkin untuk mendulang prestasi sesuai dengan syarat dan ketentuan dari beasiswa yang dimaksud. Tentu akan jauh lebih mudah untuk mempersiapkan diri mendaftar ke beasiswa yang syarat dan dan ketentuannya mampu untuk kamu penuhi, kan? Ketimbang mempertaruhkan keberuntungan pada jalur yang tidak kamu kuasai.

Tips 2. Selalu Mencari Informasi

Tips yang kedua, Kamu bisa mencari informasi dari internet dan juga bertanya kepada pihak kampus ataupun sekolah seperti bimbingan konseling serta professor, dosen ataupun guru. Jika di kampus atau sekolahmu saat ini ada bagian yang menangani tentang studi di Luar Negeri maka tidak ada yang salah dengan bertanya langsung kepada mereka.

Tips 3. Membuat Daftar Beasiswa yang Kamu Minati

Tips yang ketiga ini, kuncinya jangan ragu untuk mencari tahu mulai dari jenis beasiswa, kualifikasi yang dibutuhkan, program studi yang ditawarkan hingga deadline beasiswa itu sendiri. Hal ini sangat penting untuk mengumpulkan informasi mengenai beasiswa yang kamu minati. 

Dan kamu sebaiknya membuat spreadsheet untuk mempermudah pencarian dan pengklasifikasian beasiswa. Beberapa poin yang perlu kamu masukkan ke dalam spreadsheet seperti nama universitas, negara, bahasa yang digunakan, program studi dan lain sebagainya.

Tips 4. Memahami Visi dan Misi Organisasi Penyedia Beasiswa

Tips keempat ini, sebelum mulai melamar beasiswa akan lebih baik jika kamu memahami organisasi penyedia beasiswa itu sendiri. Pahami seperti apa visi dan misi mereka. Cari tahu juga hal-hal apa yang sepertinya menjadi concern organisasi. Identifikasi semua informasi yang kamu dapat tentang organisasi dan buat aplikasimu sesuai dengan kebutuhan mereka.

Selain itu kamu juga harus tahu bagaimana cara mereka untuk mengevaluasi para kandidat pelamar beasiswa. Hal ini akan meningkatkan rasa percaya diri kamu dalam melamar beasiswa. 

Tips 5. Dapatkanlah Surat Rekomendasi

Tips kelima ini, usahakan kamu mendapatkan surat rekomendasi. Surat rekomendasi ini juga dikenal dengan istilah letter of recommendation danletter of referencemerupakan sebuah surat yang berisi tentang pendapat atau kesaksian orang lain tentang diri kalian.

Penilaian ini bisa meliputi kemampuan, kelebihan, prestasi akademik, pengalaman, dan lain-lain. Surat rekomendasi biasanya menjadi salah satu persyaratan yang diminta ketika kalian hendak mendaftar beasiswa atau kuliah. Namun yang jadi sering menjadi pertanyaan adalah darimana bisa mendapatkan format surat rekomendasi? Jadi ada dua cara yang bisa ditempuh untuk bisa mendapatkan format surat rekomendasi.

Pertama, pemberi beasiswa atau kampus menyediakan format surat rekomendasi tersebut. Jadi, pemberi rekomendasi cukup menjawab poin-poin apa saja yang ingin diketahui oleh penyedia beasiswa.

Bentuk pertama ini memungkinkan penyedia beasiswa atau kampus mendapatkan poin-poin dari apa yang mereka butuhkan. Atau mereka tidak mendapatkan apa yang mereka tidak butuhkan. Kalau kamu tidak menggunakan format yang disediakan, maka bisa dipastikan kamu tidak akan diterima. Di sisi lain, ada juga pihak pemberi beasiswa atau kampus yang tidak menyediakan format rekomendasi sama sekali.

Sederhananya, apa saja isi dari surat rekomendasi tersebut, akan dipasrahkan sepenuhnya kepada pemberi rekomendasi. Di bagian ini kamu jadi tahu betapa pentingnya untuk memilih dan meminta surat rekomendasi kepada orang yang benar-benar mengenal diri kamu. Seperti kepala sekolah, wali kelas atau guru BK, misalnya.

Dengan begitu, maka orang yang menulis surat rekomendasi akan mampu menuliskan apa saja kelebihan yang kamu miliki dan dapat menjadi pertimbangan bagi pemberi beasiswa atau universitas untuk memutuskan. Apakah kamu layak atau tidak untuk mendapatkan beasiswa tersebut dan diterima di kampus tujuan?

Tips 6. Pilihlah Negara dengan Pelamar Sedikit

Tips keempat ini sebenarnya cukup ampuh untuk bisa memperoleh beasiswa ke luar negeri.

Jangan hanya memilih negara dengan peminat beasiswa yang membludak, akan tetapi pilihkan negara yang memiliki pelamar sedikit.

Hal ini akan meningkatkan kesempatanmu untuk bisa mendapat beasiswa. Buat daftar negara-negara yang peminatnya lebih sedikit dan cari tahu lebih dalam mengenai beasiswa-beasiswa yang disediakan oleh negara tersebut.

Tips 7. Menjawab Pertanyaan Wawancara dengan Tenang dan Jujur

Tips ketujuh adalah dengan mendaftar di banyak penyedia beasiswa atau datanglah ke pameran pendidikan atau kampus. Ada banyak peserta pameran pendidikan yang akhirnya mendaftar ke lembaga pendidikan yang baru mereka ketahui pada hari itu. Sebab ternyata jauh lebih relevan dan dirasa beasiswa tersebut cocok untuk mereka.

Jadi meski kamu telah memiliki tujuan universitas dan Program Studi yang matang, pameran universitas bisa menyediakan kesempatan beasiswa yang lebih beragam sesuai kebutuhan bahkan kemampuan kamu. Jadi, berbicaralah sebanyak mungkin perwakilan universitas dengan pikiran terbuka dan gali informasi dari mereka.

Tips 8. Buatlah Motivation Letter yang baik dan meyakinkan

Tips yang kedelapan ini adalah membuat Motivation Letter. Motivation Letter  ini sangat penting  karena merupakan salah satu persyaratan yang selalu dibutuhkan dalam aplikasi beasiswa.

Sebisa mungkin hindari kata-kata mainstream seperti “Saya ingin mempelajari budaya baru”, “Saya sangat tertarik untuk belajar Bahasa Jerman” dan lain sebagainya.

Sebaliknya kamu bisa menceritakan beberapa fakta seperti kamu pernah ikut pertukaran pelajar dan beberapa fakta-fakta pendukung lain yang membuktikan bahwa kamu memang punya keinginan dan dasar yang kuat untuk melanjutkan kuliah di negara tersebut.

Tips 9. Kirimlah Lamaran Beasiswa Lebih Awal

Tips yang kesembilan biasanya kebiasaan buruk saat melamar beasiswa adalah mengirimkan lamaran di waktu-waktu terakhir.

Hindari kebiasaan buruk ini dan cobalah untuk mengirimkan lamaran di awal. Memang tidak ada jaminan kamu akan mendapat beasiswa jika mengirim aplikasi di awal.

Tapi setidaknya secara logika kamu harus sadar bahwa ada orang lain di pihak penyedia beasiswa yang akan menerima dan memeriksa aplikasimu.

Orang-orang yang diberi tanggung jawab ini biasanya akan lebih jeli di awal aplikasi beasiswa masuk. Saat sudah mendekati deadline maka mayoritas dari mereka hanya akan melihat aplikasi secara sekilas dan sangat mungkin bahwa poin-poin plus di aplikasimu lolos dari penglihatan mereka. Jadi buat aplikasi sebaik mungkin dan submit di awal ya.

Tips 10. Menjawab Pertanyaan Wawancara dengan Tenang dan Jujur

Selanjutnya tips terakhir adalah menjawab dengan jujur dan tenang saat menghadapi wawancara nanti. Kamu tidak punya alasan untuk merasa takut atau minder. Bersikaplah berani dengan tetap menjaga etika dan ikuti alur yang ada. Salah satu tujuan dari tahapan wawancara ialah untuk menunjukkan diri kamu yang sebenarnya. Jadilah dirimu sendiri!

Katakan nilai lebih apa yang kamu miliki sehingga kamu layak mendapatkan beasiswa tersebut. Sebutkan juga apa kontribusi yang bisa kamu berikan nantinya. Manfaatkan momen wawancara ini sebagai tempat kamu mengekspresikan niat dan harapanmu di masa depan. Gunakan seni berkomunikasi.

Sebab waktu wawancara ini terbatas dan menuntut kamu untuk mengatur waktu sebaik – baiknya. Maka kamu bisa pilih salah satu topik yang sering menjadi syarat kualifikasi beasiswa. Misalnya saja leadership, communication skill, teamwork, atau problem solver. Ceritakan lah dirimu sebenar-benarnya.

Ceritakan secara baik dan sistematis tentang kelebihan atau strong point yang kamu miliki. Hal ini mungkin tidak berbeda jauh dengan teknik ‘menjual diri’ di hadapan penguji. Sebab kamu harus betul-betul meyakinkan mereka mengapa kamu layak untuk dipilih untuk beasiswa ini.

Meski begitu, ingat jangan terlalu terpusat dengan penjelasan diri kamu sendiri sehingga kamu terkesan. Sebab proses wawancara harus berlangsung secara interaktif dan tetap cair meskipun hal ini akan menjadi penentu nasib kamu.

Untuk Informasi lebih lanjut, dapat kunjungi di

Instagram | Facebook  | Website 

ʙᴇᴀꜱɪꜱᴡᴀ ᴜɴᴛᴜᴋ ᴋɪᴛᴀ
ᴅᴀʀɪ ᴋɪᴛᴀ ᴜɴᴛᴜᴋ ɪɴᴅᴏɴᴇꜱɪᴀ

Don't forget to share :)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *