Office : Salatiga, Indonesia
+62813-1720-8424
info@scholarship4us.com

SHARING SESSION BEASISWA S2, KOREA SELATAN

SHARING SESSION BEASISWA S2, KOREA SELATAN

beasiswa untuk kita - Schol

Halo, assalamualaikum, selamat malam semuanya. Perkenalkan, saya Mutia, saat ini sedang menempuh S2 di Kangwon Natl Univ, jurusan pendidikan IPA/ Science education. Okedeh kayanya langsung sharing soal beasiswanya aja kali yaa.

Jadi beasiswa apa sih yang aku dapet di Korea Selatan untuk S2 ini?
Alhamdulillah di awal 2018, untuk semester spring, aku dapet beasiswa “professor”. Beasiswa professor ini sebetulnya istilah aja, tapi intinya selama berkuliah, aku jadi research assistant (pendamping professor untuk penelitian). Nah dari menjadi research assistant (RA) inilah aku mendapatkan uang bulanan untuk memenuhi kebutuhan selama aku ada di sini. Beasiswa ini biasanya diperuntukan bagi mahasiswa S2 dan S3. Untuk menjadi asisten peneliti ini artinya selain kuliah kita juga fokus untuk melakukan penelitian.

Sekarang lanjut ke bagian mengenai Kenapa saya tertarik untuk melanjutkan kuliah di Korea Selatan khususnya di jurusan pendidikan IPA. Kalau boleh jujur sebetulnya saya tidak menjadikan Korea Selatan menjadi prioritas pertama Saya, bahkan kalau bisa dibilang saya tidak pernah terpikirkan sama sekali untuk pergi ke Korea Selatan. Tapi lama kelamaan saya menjadi tertarik karena saya dengar bahwa pendidikan di Korea Selatan sedang berkembang-berkembang nya, terutama dalam dunia penelitian.

Jika teman-teman berminat untuk mendapatkan beasiswa yang sama seperti saya akan saya jelaskan setelah ini, Selanjutnya saya mau memberikan gambaran tentang dokumen apa aja sih yang harus disiapkan kalau teman-teman ingin mendapatkan beasiswa ini.

Oh iya karena kondisinya mungkin saya agak berbeda di mana saya ditawari terlebih dahulu ya dari pihak kampus Korea Selatannya, jadi bagi teman-teman yang ingin mendapatkan beasiswa seperti yang saya dapatkan mungkin bisa saya sarankan dengan yang pertama adalah menghubungi profesor yang bersangkutan melalui email.

Dokumen Persyaratan Beasiswa :

1. Curiculum vitae atau Resume. Curiculum vitae atau resume ini tidak perlu panjang yang penting padat dan menonjolkan prestasi serta skill yang bisa kita tawarkan kepada calon pemberi beasiswa atau professor. CV ini yang nantinya teman-teman atau kg atau sematkan di dalam email ketika mengirimkan profesor yang bersangkutan. Di dalam emailnya sendiri isinya seperti apa sih?

Nah teman-teman harus menunjukkan interest atau ketertarikan kepada bidang penelitian Profesor tersebut. misalnya teman-teman juga bilang kalau teman-teman udah pernah baca paper jurnalnya Profesor tersebut, seperti itu. Intinya tunjukkan sikap yang positif, serta di akhir email tidak lupa ditanyakan apakah ada lowongan untuk mahasiswa S2 melakukan research bersama Profesor tersebut.

Bagi teman-teman yang berada di jurusan sosial biasanya setahu saya juga bisa melakukan atau mendapatkan beasiswa Profesor dengan cara menjadi teaching assistant. Bedanya teaching assistant ini teman-teman harus masuk ke kelas dan mengajar, sejauh yang saya tahu ada satu teman saya mendapat beasiswa ini, dan jurusannya adalah jurusan bahasa Korea.

2. Dokumen kedua yaitu motivation letter atau personal statement, Sebagaimana orang yang ingin melamar ke suatu perusahaan impian, motivation letter atau personal statement ini betul-betul harus bisa meyakinkan rekruter atau orang yang akan menerima kita, bahwa kita layak bergabung di dalam tim mereka. Sebagaimana orang yang ingin melamar ke suatu perusahaan impian, motivation letter atau personal statement ini betul-betul harus bisa meyakinkan rekruter atau orang yang akan menerima kita, bahwa kita layak bergabung di dalam tim mereka.

3. Ketiga adalah letter of recommendation. Biasanya 2/3 surat rekomendasi dari orang yang sangat kenal dengan kita, bisa jadi dosen pembimbing atau dosen yang pernah mengajar kita. Apakah harus dosen yang sudah bergelar profesor atau Doctor? Nggak juga. Karena yang paling penting adalah dia betul-betul mengenal kita, lebih dan kurangnya kita seperti apa.

4. Keempat adalah sertifikat kemampuan bahasa Inggris. Di Korea bahasa Inggrisnya itu mirip mirip sama Indonesia, Orang bisa ngerti Bahasa Inggris tapi susah banget untuk ngomong bahasa Inggris. Teman-teman bisa pakai IELTS, TOEFL atau TOEIC. Saya saranin pakai TOEIC aja, Selain tidak sesulit IELTS dan TOEFL, TOEIC juga biayanya lebih murah sekitar Rp.900.000 untuk satu kali tes. Mostly kalau negara western itu kan pakai TOEFL atau IELTS, tapi kalau sudah bulat tekad nya hanya ingin ke Korea Selatan saja,saya sarankan TOEIC saja cukupTapi itu balik lagi ke pilihan teman-teman ya karena TOEIC gak bisa dipakai untuk negara-negara lain.

5. Syarat berikutnya adalah financial statement dan rekening koran tabungan kita. Untuk financial statement dan rekening koran, karena yang disyaratkan oleh Korea Selatan cukup besar yaitu sekitar 21000 USD, teman-teman bisa minta bantuan profesor yang bersangkutan untuk mengirimkan bukti rekening dan financial support statement dari beliau. Biasanya kampus yang bersangkutan akan menyediakan form untuk diisi oleh profesor, nanti teman-teman bisa komunikasikan melalui email bahwa teman-teman membutuhkan pernyataan tersebut dari profesor, dan tidak lupa formulirnya di atas atau di upload beserta email tersebut.

Sebetulnya masih ada beberapa materi seperti sistem perkuliahan di Korea, hal yang perlu di cermati, terus tantangan sebagai seorang muslim, suka duka, dll. Tapi ini semua sepertinya tidak akan bisa bahas sekaligus.

1. Untuk beasiswa profesor tersebut akan hanya mendapatkan uang bulanan untuk biaya kuliah apakah dicover pribadi atau mendapatkan beasiswa lain kak?

2. Untuk beasiswa profesor ini, sebelumnya kakak meresearch dulu kampus dan profesornya ataukah hanya kampus yg bekerjasama dengan kampus UPI kakak, kemudian kakak mencari profesor yg sesuai dengan bidang research kakak?

Untuk biaya kuliah di cover dari uang bulanan tersebut, Jadi perbulan dapet “gaji” yang mana uangnya nanti kita sisihkan untuk biaya living cost, tempat tinggal, dan tuition fee atau UKT. Apakah cukup? Alhamdulillah cukup bahkan masih bisa menabung dan jalan-jalan.

Untuk beasiswa profesor ini common banget di Korea, jadi hampir seluruh universitas di Korea Selatan punya yang namanya beasiswa profesor  tapi di kasusnya aku karena kangwon duluan yang menyambangi upi jadi aku hanya terfokus pada kangwon dimana waktu itu prof untuk jurusan pendidkan ipa yg sesuai background aku (fisika) cuma seorang aja yg nyediain beasiswa ini. Di Korea Selatan sendiri kenapa ada istilahnya beasiswa profesor, karena biasanya mereka butuh mahasiswa internasional yang pandai bahasa Inggris untuk menulis paper internasional.

Hesti Adzani Ramadhanti_STIKES RESPATI_ kak, apakah ada beasiswa S2 di korsel jurusan Kesehatan Masyarakat? Serta bagaimana tips agar kita fasih berbahasa inggris untuk melanjutkan studi di Luar Negeri?

Untuk pertanyaan dari Hesti, jurusan kesehatan masyarakatnya harus saya cari tahu dulu. tapi kalau berminat mungkin bisa coba Googling di researchgate atau Google scholar, untuk cari tahu Mana profesor yang sedang mengadakan atau punya project penelitian. Karena kebetulan saya juga sedang proses untuk melanjutkan pencarian profesor untuk lanjut kuliah di tempat lainnya. Langkah pertama mungkin bisa dari Googling jurusan, lihat list profesor yang ada di jurusan tersebut, kepoin nama profesor nya di Google, Google scholar, atau researchgate. Kirim email kpd profesor tersebut kalau memang sesuai jenis penelitiannya dengan yang kamu inginkan.

Kalau tips berbahasa Inggris agar fasih ya bisa dengan mendengarkan podcast atau nonton video Ted talk, karena kalau dari film kadang kurang relevan atau bahasanya tidak begitu advance, apalagi untuk dipakai dalam tujuan penulisan karya ilmiah atau paper. Tapi temen-temen harus bisa mengukur dulu kemampuan teman-teman ada dimana. jadi kalau misalnya masih sangat-sangat beginner bisa coba dari hal yang disukai dulu, karena tiap orang punya cara belajar yang beda-beda.

Husnul Khotimah-IAIN

Kak saya jugaa jurusan pendidikan IPA. Saya ingin sekalimelanjutkan kuliah S2 di Korea Selatan dan mendapatkan beasiswa, apa harus dengan beasiswa seperti kakak?

Terus bagaimana cara kita mengetahui ada beasiswa seperti itu kak di kampus, belum tentu setiap kampus memberi tahu bahwa ada beasiswa ke Korea atau di luar negeri.

Selanjutnya untuk Khusnul, bisa lewat beasiswa pemerintah atau beasiswa kampus, selain beasiswa profesor ini. tapi kalau saya sarankan, coba semua aja, kelebihan beasiswa profesor itu biasanya peminatnya sedikit terutama karena akan fokus hanya untuk profesor itu ya jadi saingan nya tidak terlalu banyak. Di Korea Selatan yg jurusan pendidikan ipa dan orang Indonesia ada di beberapa kampus. Ada Seoul National University, kangwon National University dan Korea National University of education. Cara tahunya adalah dengan kepoin website kampus, dan tanya profesor, atau mahasiswa yg lagi kuliah disana.

Beranikan untuk inisiatif bertanya kepada pihak kampus melalui email karena biasanya mereka open terhadap mahasiswa internasional apalagi kalau mau lanjutnya ke S2 dan S3. Bahkan biasanya siapa-siapa aja mahasiswa yang lagi kuliah di jurusan itu khususnya anak S2 dan S3 akan muncul di website tersebut termasuk emailnya, jadi memang mereka open terhadap pertanyaan seputar admission atau beasiswa yang mereka terima juga gimana kehidupan mereka selama kuliah di sana.

Fifin Aisyah_Universitas PGRI Semarang_Kak suka duka saat kuliah dan sekaligus jadi Research assistant di Korsel apa ya Kak?

Sukanya di sini lingkungan saya alhamdulillah kebetulan banget sangat mendukung & care sama kehidupan saya selama di sini. Bahkan udah jadi kaya keluarga baik temen2 indonya dan koreanya. Dukanya mungkin ya jauh dari keluarga terus kalau stres banyak kerjaan kadang enggak berani bilang sama orang tua karena takut bikin khawatir, sama tantangan jadi muslimnya itu sih yang lumayan.

CLOSING STATEMENT

Saran saya sih kalau teman-teman betul-betul pengen ke Korea, sejak awal selalu libatkan Allah di dalamnya, minta petunjuk sebanyak-banyaknya karena di manapun itu ya yang namanya jauh dari keluarga dan lingkungan yang baru benar-benar berbeda ditambah tugas kuliah dan seterusnya, itu tidak seindah drama Korea. kalau dari segi keamanan Alhamdulillah Korea itu aman aman aja mas, mau saya pulang jam 2 malam dari kampus ga ada yg gangguin. Cuma ya tetap harus hati-hati lah intinya.

Oke sebagai penutup,

Percaya sama diri kalian sendiri dan kemampuan kalian sendiri ketika emang ada keinginan pasti insya Allah ada jalan. kalau bukan a insya Allah nanti ada jalan b kalau bukan Jalan b nanti ada jalan c dan apa-apa yang temen-temen dapatkan seburuk apapun itu kondisinya itu adalah yang terbaik, jangan lupa bahagia (smiley).

Jangan patah semangat ya teman2. Pasti ada jalan untuk mereka yg selalu berusaha dan berdoa.

Don't forget to share :)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *