Office : Salatiga, Indonesia
+62813-1720-8424
info@scholarship4us.com

Raih Mimpi Kuliah di Luar Negeri Bersama Scholarship4us

Raih Mimpi Kuliah di Luar Negeri Bersama Scholarship4us

JAKARTA—Beasiswa Untuk Kita (scholarship4us) mengadakan program Mentoring Intensif Beasiswa Australia Award Scholarship (AAS) yang diselenggarakan setiap tahunnya dengan tujuan untuk membantu pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan studi di Benua Hijau, serta membantu perkembangan Indonesia pada berbagai bidang. Selain itu, adanya Beasiswa AAS ini juga merupakan bentuk kerja sama bilateral antara Indonesia dan Autralia.

Mentoring Beasiswa AAS berlangsung selama 15 hari yang dimulai dari 27 Maret 2021 – 11 April 2021. Sasaran penerimaan beasiswa AAS ini terbagi menjadi 2 kategori, yaitu targeted berdasarkan Geographic Focus Areas (GFAs); Maluku, Aceh, NTT, NTB, serta Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan non-targeted yang dimana merupakan pegawai sektor swasta, akademisi, pegawai BUMN, dan sebagainya. Kriteria dari penilaian beasiswa AAS itu sendiri dilihat dari latar belakang pendidikan, pekerjaan, potensi hasil, dan kemampuan kepemimpinan.

Dalam webinar ini, mentor dari University of Melbourne memberikan tip dan trik tembus beasiswa AAS, bimbingan pengisian dokumen dan syarat pendaftaran, bimbingan membuat curiculum vitae (CV), serta bimbingan wawancara.

Adanya program tersebut membantu pelajar Indonesia agar lebih mantap dalam melanjutkan studi ke luar negeri, khususnya Australia. Dengan begitu, masyarakat bisa lebih tahu mengenai apa saja yang harus mereka siapkan, bagaimana supaya lulus seleksi, dan lainnya.

Selain mentoring beasiswa, start-up scholarship4us juga menyediakan program lainnya, seperti coaching TOEFL & IELTS, serta program bimbingan bahasa Jepang, Korea, Inggris, Arab, dan sebagainya. Untuk informasi lainnya bisa dilihat melalui tautan Facebook, Instagram, dan Youtube scholarship4us. 

“Bagian favorit dalam  mentoring adalah konsultasi esai. Mentor sangat membantu dalam memberi feedback essay, terutama kritik dan saran yang membangun dan bagaimana cara agar essay lebih terstruktur,” ujar Benhard, salah satu peserta bimbingan beasiswa AAS asal Surabaya dalam testimoninya.

Don't forget to share :)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *